
Di Aceh dan Sumatra, pasca bencana bukan hanya soal rumah yang rusak, tetapi krisis air bersih yang nyata di lapangan. Banyak sumur warga tercemar lumpur, limbah, dan bakteri. Di beberapa titik pengungsian, satu sumber air harus digunakan bersama puluhan keluarga. Relawan di lapangan melaporkan, air yang tersedia keruh, berbau, dan tidak layak konsumsi, sementara kebutuhan air minum, memasak, dan wudhu tetap berjalan setiap hari.

Kondisi ini membawa dampak serius. Kasus diare, gatal-gatal, dan gangguan pencernaan mulai muncul akibat penggunaan air tercemar. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Distribusi air bersih dengan mobil tangki hanya bersifat sementara dan tidak selalu menjangkau wilayah terpencil. Karena itu, bantuan air bersih berbasis filter dan distribusi berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak agar warga tidak terus bertahan dengan air berisiko.
Melalui campaign bantuan air bersih untuk Aceh & Sumatra, kita hadir membawa solusi nyata. Setiap bantuanmu membantu menyediakan air layak pakai, mencegah penyakit, dan menjaga martabat hidup warga terdampak. Air yang bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi penopang kehidupan. Saat air kembali aman, harapan pun ikut mengalir. Mari bersama pastikan mereka tidak bertahan dengan air kotor, tetapi bangkit dengan air yang menyelamatkan.