

Roti adalah makanan pokok di hampir setiap rumah di Gaza, dan tepung adalah bahan yang paling sering langka. Dengan sekarung tepung di rumah, seorang ibu bisa membuat roti sendiri untuk keluarganya selama berhari-hari.

Per 22 Oktober 2026, hanya 7 dari 20 toko roti di Gaza yang masih beroperasi, dan Asosiasi Toko Roti Gaza memperingatkan semuanya bisa tutup dalam 48 jam karena stok tepung di gudang habis. Di saat yang sama, WFP memangkas penerima bantuannya di Gaza dari 1,8 juta menjadi sekitar 500 ribu orang karena kekurangan dana. (Sumber: Arab News & Bernama, 22 Oktober 2026)
Karena itu, sedekah tepung kami serahkan langsung kepada keluarga, bukan ke toko roti. Selama ada tepung di rumah, roti tetap bisa dibuat, sekalipun toko roti tutup.
"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8)



Waktu penyaluran mengikuti kondisi akses masuk barang ke Gaza. Jika penyaluran tepung terkendala, dana dialihkan ke program pangan Palestina lainnya.
[NAMA MITRA PENYALUR], yang memiliki jalur pengadaan dan distribusi di lapangan.Sekarung tepung hari ini berarti roti di meja keluarga Gaza esok hari. Mari hadirkan bersama.